Selasa, 14 Desember 2010

Petani Tembakau (oleh2 dari Ranau)









Beberapa masyarakat di daerah Gedung Baru, Ranau, Kabupaten Oku Selatan Provinsi Sumatera Selatan, memiliki usaha kecil berkebun dan menjual tembakau. Sebut saja diantaranya Jazili (60). Kakek yang telah mempunyai seorang cucu ini mengaku, sudah hampir 30 tahun dia dan istrinya, serta dibantu tetangga sekitar, untuk berkebun, panen, hingga menjual tembakau.


Ketika saya tidak sengaja lewat, lalu menyempatkan diri mampir dan melihat usahanya itu, tak segan-segan dengan ramah dirinya mempersilahkan saya masuk dan melihat proses pemotongan, dan menjemur tembakau.

Sedikit dia menjelaskan beberapa alat yang sehari-hari menemani dirinya. Seperti Bebalang, atau yang sering disebut oleh masyarakat daerah selain keranjang tempat untuk mengambil daun tembakau di kebun berukuran kecil.

“Untuk ukuran yang sedikit lebih besar, disebut Lanjung,” katanya.

Setelah tembakau tembakau masuk ke gudang, langsung dipisahkan berdasarkan fisiknya. Untuk fisik tembakau yang bersih (tidak rusak serta bolong) langsung dimasukkan kedalam Pengrajangan, atau tempat pemotongan tembakau.

“Setelahnya, tembakau yang sudah dipotong tiping memanjang tadi, disusun rapi tanpa menumpung diatas Rimpian, atau wadah datar yang terbuat dari bambu untuk segera dijemur selama 3 hari,” seraya menghidupkan rokok yang dia linting dari tembakau miliknya.

Jazili menjelaskan, untuk tembakau yang sudah kering dengan kualitas terbaik, dijual di kota Palembang dengan 30 Rimpiannya sebesar Rp 750 ribu.

“Berbeda jauh dengan tembakau kualitas rendah, yang hanya dijual per 20 Rimpiannya sebesar Rp 60 ribu,” Jazili mengakhiri, karena saya harus buru-buru, sebab acara pernikahan teman saya baru saja mau dimulai.



1 komentar:

  1. I would like to share you Brother. Come to http://bizinformation.org and you may put the URL LINK into your Blog. Just to know how much the value of your blog. Good Luck.

    BalasHapus